Monday, July 28, 2008

Foto Experiment-Lighting

Emberrr... kajian yang satu ini pasti sudah sering wara-wiri ya. Selain pake natural light, aku sebetulnya kurang betul-betul menguasai permainan lampu ala studio. Masalahnya sampai sekarang masih terus berusaha memahami setiap sudut pemotretan, dari memasang tirai tipis atau menjauhkan lampu, memakai hanya lampu dilangit2, still I am not really happy with it.

Tengok yang ini:

exp1-1

Memakai lampu halogen yang panasnya minta ampun. Aku pasang tirai putih di sini dan ternyata memang mampu memudarkan kekuatan cahaya dari lampu tersebut. Bandingkan dengan yang ini:

lighting exp

Masih pakai lampu yang sama tanpa tirai. Hasilnya jauh lebih keras bantingan sinarnya dan lebih merah. Di hadapan macarons itu sendiri aku pakai reflector tapi tidak terlalu mampu untuk mengurai sinari yang datang dari arah samping belakang itu.

Di langit-langit rumah itu ada lampu gantung yang bola lampunya empat buah tetapi sinarnya merah banget. Hasil eksperimenku dengan memakai lampu kekuatan 20W di langit-langit yang jaraknya sekitar 2 meter dari permukaan meja membuahkan hasil yang tidak memuaskan. Masalahnya, karena hue merah dan kuningnya terlalu kuat, sehingga meskipun sudah dibantu dengan pengurangan hue dan saturasi lewat GIMP tidak mencapai hasil yang maksimal, seperti yang terlihat di foto Danish Pastry ini.

envelope2

Percobaan lagi menggunakan direct sunlight ketika kami mendapat sinar matahari yang jarang banget di musim dingin malah menghasilkan hasil yang lumayan seperti yang dapat dilihat di tea set berikut:

morning tea2

Barangkali permainan warna dengan backdrop yang natural membuat fokus mata ke tea set ini menjadi lebih 'keluar'. Untuk settingnya, aku hanya memakai meja kecil yang sudah uzur diletakkan di depan rumpun rosemary di depan rumah. Matahari pagi betul-betul masih di arah jarum jam 2 dan reflector aku pegang memakai tangan kiri dan kamera di tangan kanan. Fire away. Dapat sekitar 50 klik, disortir hanya menjadi 2 foto yang layak tampil.

Akhir-akhir ini eksperimenku dengan dim light indoor adalah di depan perapian. Disesuaikan dengan musim saat ini, hot chocolate menjadi model pilihan. Hasil jepretan yang pertama ini aku hasilkan saat menikmati hujan reda. Membuat hot chocolate dengan merebus susu hingga mendidih, cemplungkan 2-3 kotak coklat dengan cocoa butter 72% buatan lokal, whisk sampai timbul busa. Tuang ke gelas atau cup. Aku ga tambahkan gula, tapi kalo suka lebih manis tambahin aja. I just like it chocolaty. Dengan imajinasi menunggu hujan reda di cafe, aku tambahkan aksen kertas koran dan syal serta potongan brownies. Dapat sekitar 65 klik, disortir hanya 1 foto saja, selebihnya dibuang. Hasilnya ini:

hot chocolate

Saat memotret dengan churros di lain waktu, hari betul-betul gelap. Aku memakai ISO 200 dengan standard lens kit 18-55mm saja. Terekam dengan exposure berhenti di f/7.1, dapatnya seperti ini. Dibantu dengan sedikit penaikkan contrast dan sharpening tool, hasilnya seperti ini tidak dibantu dengan reflector:

churros

Memotret secangkir hot chocolate dengan marshmallows, betul-betul di setting di depan perapian. Lampu yang ada hanya lampu langit-langit. Cahaya redup datang dari jendela di ruang tamu, dapur dan pintu yang mengarah ke belakang rumah. Jadi, cahaya berada di samping kiri arah jam 9, di samping kanan depan arah jam 2, dan samping kiri arah jarum jam 4. aku ambil posisi di arah jam 7 dengan bantuan reflector di tangan kiri, kamera di tangan kanan. Pencahayaan lewat reflector aku arahkan untuk mengurangi timpalan cahaya yang datang hampir dari segala arah. Jadinya seperti ini:

hot choc

Jadi, menurut aku biarpun cahaya seredup apapun masih dapat diakali dengan berbagai benda dan ruangan di tempat anda. Biarpun perangkat perang tidak lengkap, masih bisa kok menghasilkan foto-foto yang bagus, asal kaidah-kaidah food photography dan fungsi-fungsi di kamera betul2 dikuasai, minimal lebih tahu one step ahead.

Mungkin ini dapat dijadikan arsip yang bermanfaat jika kebetulan teman-teman sedang ingin memotret tapi kemudian mendung dan hujan. Masih bisa kok!

Keep jepretttss yaaa!!

4 comments:

P R I S said...

kerennnn.,.,.,.,.,

Kitchen Flavours said...

Amazing and awesome photography.

Fieliana said...

Hi Mba Arfi,

Aku lagi menimba ilmu dari blog ini, tapi kok banyak foto2 yg gak bisa muncul yah, kalau aku klick ke Flickr jg ga bisa, dibilangnya foto tsb disetting private.
Gimana caranya supaya bisa liat foto2 tsb.

Thanks,
Fili

Ida Hariyanti said...

aduh mbak ak baru tau ad blog yg ini.tp sayang ya foto2nya bnyk yg gal bs d buka.